Pengabdian Kepada Masyarakat: Tahapan Pembelajaran Atletik Sebagai Upaya Penguatan Kompetensi Dasar Mahasiswa UNS

Surakarta, 11 Juni 2026

Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan jasmani terus dilakukan oleh dosen Program Studi S1 Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar (PJSD), Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Tahapan Pembelajaran Atletik sebagai Upaya Penguatan Kompetensi Dasar”, para akademisi UNY berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada sivitas akademika di Fakultas Keolahragaan dan Olahraga (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS). Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026 pukul 09.00–12.00 WIB ini menjadi wadah kolaborasi akademik dalam memperkuat pemahaman tentang pembelajaran atletik yang inovatif dan berorientasi pada pengembangan gerak dasar peserta didik.
Acara diawali dengan sambutan dari Koordinator Program Studi S1 PJKR UNS yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Suasana akademik semakin hidup ketika sesi pembukaan disampaikan oleh Dr. Heri Yogo Prayadi, M.Or.. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa atletik merupakan fondasi dari berbagai cabang olahraga karena mengandung keterampilan gerak dasar seperti berjalan, berlari, melompat, dan melempar. Oleh karena itu, pembelajaran atletik perlu dirancang secara bertahap, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik agar mampu membangun keterampilan gerak yang kuat sejak dini.
Materi inti kemudian disampaikan oleh Dr. Nugroho Puji Santoso, M.Pd. yang mengupas secara mendalam tahapan pembelajaran atletik mulai dari pengenalan gerak dasar, pengembangan keterampilan, hingga penerapan dalam bentuk permainan dan aktivitas pembelajaran yang menarik. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan diskusi yang muncul selama kegiatan berlangsung. Melalui program pengabdian ini, diharapkan peserta memperoleh wawasan baru serta mampu mengimplementasikan pembelajaran atletik yang lebih kreatif, efektif, dan bermakna sehingga dapat memperkuat kompetensi dasar peserta didik sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan jasmani di Indonesia.