Bahasa Indonesia
English
You are here
Implementasi Model Cooperative Learning dalam Pembelajaran Variasi dan Kombinasi Gerak Dasar Manipulatif melalui Permainan Bola Voli pada Siswa Kelas VI SD Negeri Nogopuro

Rabu, 8 September 2026, suasana lapangan SD Negeri Nogopuro tampak lebih ramai dari biasanya. Peserta didik kelas VI mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dengan materi variasi dan kombinasi gerak dasar manipulatif melalui permainan bola voli. Kegiatan ini merupakan bagian dari Praktik Kependidikan yang dilaksanakan oleh mahasiswa, sekaligus menjadi kesempatan untuk menghadirkan pembelajaran PJOK yang tidak sekadar melatih fisik, tetapi juga menumbuhkan karakter peserta didik. Materi yang diajarkan mencakup passing bawah, passing atas, service, smash, posisi, hingga rotasi pemain dalam permainan bola voli sederhana. Jika dicermati lebih jauh, kegiatan pembelajaran semacam ini sebenarnya sejalan dengan dua tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Melalui olahraga bola voli, peserta didik tidak hanya diajak bergerak aktif untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga dibimbing untuk belajar secara utuh, baik dari sisi keterampilan gerak, pemahaman konsep, maupun sikap dalam berinteraksi dengan teman.
Pembelajaran ini dirancang dengan sejumlah tujuan yang saling melengkapi antara aspek keterampilan dan pemahaman. Dari sisi psikomotor, peserta didik diharapkan mampu melakukan passing bawah dengan posisi kaki, lutut, badan, tangan, serta perkenaan bola yang tepat, melakukan passing atas dengan posisi tangan dan jari-jari yang sesuai, serta melakukan service bawah dengan koordinasi tangan, kaki, dan badan yang selaras. Selain itu, peserta didik juga diajak mencoba gerakan smash sederhana melalui tahapan awalan, tolakan, pukulan, hingga pendaratan yang aman, kemudian mengombinasikan berbagai teknik tersebut dalam permainan sederhana, termasuk melakukan rotasi posisi sesuai arah perpindahan yang telah dipelajari. Dari sisi kognitif, peserta didik dibimbing untuk memahami fungsi dari setiap teknik dasar, menjelaskan tahapan melakukan service dan smash, memahami pengertian rotasi serta posisi pemain, hingga menentukan teknik yang paling sesuai berdasarkan situasi datangnya bola. Proses pembelajaran berlangsung melalui kegiatan pembelajaran yang diawali dengan pemahaman konsep dasar teknik permainan bola voli, dilanjutkan dengan diskusi dan latihan gerak secara bertahap [sesuaikan dengan kegiatan sebenarnya]. Dalam setiap tahap, peserta didik diarahkan untuk saling bekerja sama dan memahami peran masing-masing dalam tim, yang secara tidak langsung memperkuat capaian SDG 4 melalui proses belajar yang aktif dan bermakna, sekaligus mendukung SDG 3 karena peserta didik bergerak aktif dan membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Setelah mengikuti rangkaian pembelajaran, peserta didik menunjukkan perkembangan yang cukup terlihat dalam penguasaan gerak dasar bola voli. Teknik passing bawah, passing atas, service bawah, hingga smash sederhana mulai dilakukan dengan cara yang lebih tepat, dan peserta didik juga mulai mampu mengombinasikan beberapa teknik tersebut ketika bermain dalam permainan sederhana. Pemahaman terhadap rotasi posisi serta peran pemain di bagian depan maupun belakang turut berkembang, begitu pula kemampuan memilih teknik yang sesuai dengan situasi datangnya bola. Peserta didik pun mulai memahami bahwa passing, umpan, smash, service, dan rotasi bukan sekadar teknik yang berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dan bergantung pada kerja sama tim. Dampak dari proses ini terlihat dari koordinasi gerak yang semakin baik, keberanian peserta didik untuk mencoba tanpa ragu, serta suasana kelas yang lebih hidup karena setiap peserta didik merasa dilibatkan. Kemampuan berkomunikasi dan bertanggung jawab dalam kelompok juga tumbuh secara alami, sebab keberhasilan permainan bola voli sangat bergantung pada peran setiap pemain. Dalam jangka panjang, pembelajaran ini memberi bekal keterampilan dasar yang dapat terus dikembangkan, melatih kebugaran jasmani, serta menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan kerja sama. Yang tidak kalah penting, peserta didik juga belajar mengambil keputusan dengan cepat saat bermain, sebuah keterampilan yang kelak berguna jauh melampaui lapangan bola voli.
Melalui pembelajaran variasi dan kombinasi gerak dasar manipulatif ini, diharapkan PJOK dapat terus menjadi ruang bagi peserta didik SD Negeri Nogopuro untuk tumbuh secara utuh, baik secara fisik maupun karakter. Kebiasaan menjaga kebugaran tubuh, bekerja sama dengan teman, serta mengambil keputusan yang tepat saat berhadapan dengan berbagai situasi di lapangan diharapkan dapat terbawa ke kehidupan sehari-hari peserta didik, misalnya dalam mengatur waktu, menentukan prioritas, dan bertindak secara bertanggung jawab dalam kegiatan apa pun yang mereka jalani. Harapannya, semangat hidup sehat dan aktif yang ditumbuhkan melalui olahraga bola voli ini turut mendukung capaian SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, sekaligus memperkuat SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, sehingga pembelajaran PJOK tidak berhenti pada penguasaan teknik semata, tetapi juga menjadi bekal karakter yang bermanfaat bagi peserta didik di masa depan.
Kontak Kami
Program Studi PJSD
Jl. Kolombo No. 1 Yogyakarta
Telp. : 0274-513092, 586168 psw 1549
Fax. : 0274-513092
Web. : https://s1pjsd.fikk.uny.ac.id
E-mail : pgsdpenjasfik@uny.ac.id
Copyright © 2026,