OPTIMALISASI LAPANGAN SEKOLAH MELALUI TAMAN LITERASI SEBAGAI RUANG EDUKATIF DAN REKREATIF DI SD NEGERI AMBARUKMO

Taman Literasi merupakan salah satu program kegiatan Praktik Kependidikan (PK) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta di SD Negeri Ambarukmo. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 11 September sampai dengan hari Minggu, 13 September 2026 di lapangan SD Negeri Ambarukmo. Program Taman Literasi ditujukan kepada seluruh peserta didik kelas satu sampai kelas enam sebagai upaya untuk menyediakan ruang belajar yang dapat digunakan di luar ruang kelas. Dalam pelaksanaannya mahasiswa PK memanfaatkan salah satu area di lingkungan sekolah yaitu lapangan sekolah untuk dikembangkan menjadi ruang yang dapat mendukung kegiatan belajar dan bermain peserta didik. Lapangan tersebut kemudian dirancang dengan berbagai gambar dan tulisan edukatif yang disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan peserta didik dari kelas bawah hingga kelas atas. Program kegiatan melibatkan kerja sama dengan guru dan pihak sekolah agar pelaksanaan program dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta kebutuhan peserta didik di SD Negeri Ambarukmo. Program kegiatan Taman Literasi menjadi salah satu bentuk pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai bagian dari ruang belajar yang dapat mendukung kegiatan pendidikan. Program ini memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas yang menekankan pentingnya penyediaan pendidikan yang berkualitas dan kesempatan belajar bagi semua peserta didik. Melalui program kegiatan Taman Literasi mahasiswa PK berupaya mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang edukatif, menarik, dan menyenangkan.

Tujuan utama kegiatan Taman Literasi adalah menyediakan tempat belajar alternatif yang dapat meningkatkan minat peserta didik terhadap kegiatan belajar yang menyenangkan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap pertama dimulai dengan melihat kondisi lapangan sekolah dan menentukan area yang dapat digunakan sebagai Taman Literasi. Setelah area ditentukan kemudian menyusun konsep gambar yang akan dilukis pada lapangan sekolah. Gambar yang dipilih disesuaikan dengan tujuan kegiatan dan dibuat menarik bagi peserta didik dari kelas satu sampai kelas enam. Setelah konsep selesai mahasiswa PK menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan, seperti cat dan peralatan melukis. Lapangan yang akan digunakan dibersihkan terlebih dahulu dengan tujuan permukaan lapangan lebih bersih dan mudah untuk dilukis dengan cat. Setelah alat dan bahan terpenuhi mahasiswa PK mulai mengecat dan melukis gambar-gambar di lapangan sekolah sesuai dengan konsep yang telah dirancang. Lukisan gambar yang dibuat yaitu berupa bentuk pemainan ular tangga dengan setiap kotaknya berisikan pertanyaan tentang materi dasar pada beberapa mata pelajaran. Lapangan dengan gambar arah mata angin, huruf alfabet A-Z, aksara jawa. Lapangan dengan gambar hewan yang dimodifikasi dengan bentuk untuk pengenalan garis lurus, zig-zag dan garis lengkung. Lapangan dengan gambar permainan untuk meningkatkan kemampuan gerak motorik peserta didik. Lapangan dengan gambar bangun datar dan rumusnya. Program kegiatan tidak hanya bertujuan untuk memperindah lapangan akan tetapi juga mengenalkan kepada peserta didik bahwa lingkungan sekolah dapat digunakan sebagai tempat belajar, bermain, berdiskusi, dan berinteraksi secara positif. Peserta didik dapat memanfaatkan Taman Literasi secara mandiri maupun bersama teman pada waktu luang maupun ketika kegiatan pembelajaran dilakukan di luar kelas. Dalam pelaksanaannya mahasiswa PK bekerja sama dengan guru dan pihak sekolah agar kegiatan sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan peserta didik. Melalui kerja sama antara mahasiswa, guru, pihak sekolah, dan peserta didik, Taman Literasi diharapkan dapat menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran dan pembiasaan literasi belajar yang menyenangkan dan edukatif di lingkugan sekolah.

Hasil dari kegiatan Taman Literasi menunjukkan bahwa lingkungan lapangan sekolah menjadi lebih menarik dan memiliki fungsi tambahan sebagai tempat belajar bagi peserta didik. Lukisan gambar yang dibuat di lapangan dapat digunakan sebagai media belajar yang mudah dilihat dan dipahami oleh peserta didik. Peserta didik kelas bawah dapat belajar mengenal berbagai informasi dasar melalui gambar dan tulisan sederhana sedangkan peserta didik kelas atas dapat memanfaatkan area tersebut untuk belajar rumus bangun datar, bermain sambil belajar, serta berdiskusi dan berbagi informasi bersama teman. Program kerja Taman Literasi mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih edukatif, kreatif, dan nyaman untuk kegiatan belajar. Guru dapat memanfaatkan Taman Literasi sebagai media pendukung dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan cara yang lebih menarik dan tidak hanya dilakukan di dalam kelas. Program kegiatan Taman Literasi berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas karena membantu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar yang aktif, menarik, dan menyenangkan. Pemanfaatan lapangan sekolah sebagai sarana belajar menjadi salah satu bentuk upaya sederhana untuk mendukung pendidikan yang berkualitas dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar.

Melalui program kegiatan Taman Literasi diharapkan dapat dimanfaatkan oleh peserta didik dan guru dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan di luar kelas. Taman Literasi diharapkan tidak hanya menjadi hiasan di lingkungan sekolah, tetapi dapat digunakan secara berkelanjutan sebagai sarana untuk belajar, bermain, berdiskusi, dan berbagi pengetahuan. Guru dan pihak sekolah diharapkan dapat terus mengembangkan pemanfaatan Taman Literasi dengan menambahkan berbagai materi edukatif yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan peserta didik. Peserta didik juga diharapkan dapat menjaga kebersihan dan merawat fasilitas yang telah dibuat agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Program kerja Taman Literasi diharapkan memberikan manfaat dalam pembelajaran dan berkontribusi terhadap terciptanya pendidikan yang berkualitas sesuai dengan tujuan SDGs 4.